Sabtu, 06 Mei 2017

Ini Keutamaan Berpuasa di Bulan Ramadhan

Sebagai ibadah yang diwajibkan bagi setiap muslim (yang memenuhi syarat wajib puasa), puasa di Bulan Ramadhan memiliki banyak keistimewaan yang tidak dimiliki puasa-puasa lain. Berikut beberapa keutamaan puasa Ramadhan tersebut:

1. Disediakan Pintu Surga Khusus Bagi Orang yang Berpuasa
“Sesungguhnya di surga ada pintu yang dinamakan Ar Rayyan, yang akan dimasuki oleh orang-orang yang berpuasa pada hari kiamat nanti, dan tidak ada yang memasuki melaluinya kecuali mereka. Dikatakan: “Mana orang-orang yang berpuasa? Maka mereka berdiri, dan tidak ada yang memasukinya seorang pun kecuali mereka. Jika mereka sudah masuk, maka pintu itu ditutup, dan tidak ada lagi seorang pun yang masuk melaluinya.” (HR. Bukhari)

2. Dijauhkan dari Api Neraka
"Diriwayatkan dari Abu Said al-Khudri r.a katanya: Rasulullah s.a.w bersabda: Setiap hamba yang berpuasa di jalan Allah, Allah akan menjauhkannya dari api Neraka sejauh perjalanan tujuh puluh tahun" [HR. Bukhari-Muslim]

3. Diampuni Dosa-Dosa yang Telah Lalu
“Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan karena iman dan ihtisab, maka akan diampuni dosa-dosanya yang lalu.” (HR. Bukhari)
“Shalat yang lima waktu, dari jumat ke jumat, dan ramadhan ke Ramadhan, merupakan penghapus dosa di antara mereka, jika dia menjauhi dosa-dosa besar.” (HR. Muslim)

4. Ada Dua kegembiraan Bagi orang yang Puasa
“..Demi Dzat yang jiwa Muhammad berada di tangan-Nya, sesungguhnya bau mulut orang yang berpuasa lebih harum di sisi Allah pada hari kiamat daripada bau misk/kasturi. Dan bagi orang yang berpuasa ada dua kegembiraan, ketika berbuka mereka bergembira dengan bukanya dan ketika bertemu Allah mereka bergembira karena puasanya’. “ (HR. Bukhari dan Muslim)


5. Bau Mulutnya di Hari Kiamat Lebih Harum daripada Kasturi

Hadits sama dengan nomer 4 diatas.

6. Mendapatkan Syafaat Karena Puasanya
“Puasa dan Al-Qur’an itu akan memberikan syafaat kepada seorang hamba pada hari kiamat nanti. Puasa akan berkata,’Wahai Tuhanku, saya telah menahannya dari makan dan nafsu syahwat, karenanya perkenankan aku untuk memberikan syafaat kepadanya’. Dan Al-Qur’an pula berkata,’Saya telah melarangnya dari tidur pada malam hari, karenanya perkenankan aku untuk memberi syafaat kepadanya.’ Beliau bersabda, ‘Maka syafaat keduanya diperkenankan.’” (HR. Ahmad, Hakim, Thabrani, periwayatnya shahih sebagaimana dikatakan oleh Al Haytsami dalam Mujma’ul Zawaid)

Tulisan dihimpun dari berbagai sumber Agama #Islam
#ramadhan1434h #marhabanyaramadhan
Sumber : www.bersosial.com

Jumat, 05 Mei 2017

Silsilah Marga Harahap

Halak Arab

Marga Harahap, kerap disebut sebagai singkatan dari Halak Arab (Orang Arab), umum diterima sebagai keturunan Bangsa Arab yang berlayar sampai ke tanah Mandailing. Setiap perkampungan Harahap di Mandailing diberi nama “padang” seperti Padang Bolak dan Padang Sidempuan. Para pemuda dan pemudinya disebut dengan sapaan “Angin” yang mengartikan mereka adalah Pelayar yang hebat. Di perkirakan Harahap berasal dari Hadramaut, Yaman. Bangsa Hadramaut berlayar melalui samudera Hindia melewati Maladewa sehingga Harahap dahulu dikenal sebagai bangsa Mauli atau bangsa Mulia.

Pemakaian nama orang Arab masih dipakai sampai sekarang oleh marga Harahap. Misalnya, seorang anak perempuan Harahap mengambil nama tante adek bapak nya dan anak laki-laki memakai nama kakeknya. Budaya ini dilihat identik dengan bangsa Arab. Banyak pula marga Harahap yang menggunakan nama mengikuti nama-nama garis keturunan nabi Muhammad, penyebar agama Islam, seperti Habib, Ahmad, Muhammad, Said, Syarif, Alwi, Bashir, Fakhri, Ikhwan, Fatimah, Husein, Toyib dan lain-lain. Kehadiran bangsa Arab ini sendiri membuat Pagaruyung menyerang Tanah Padang Bolak dengan memblokade daerah pesisir barat Mandailing. Diperkirakan marga dibuat untuk melindungi keluarga dari serangan kerajaan lain.

Harahap sempat mendirikan Kerajaan Aru yang diperkirakan kerajaan Islam pertama di Indonesia, yang dipimpin oleh Sultan Husin bergelar Ompu Toga Langit. Kerajaan Aru bekas kerajaan budha yaitu Sriwijaya yang hancur , sesuai namanya Aru/Ara (Pohon) yang orang Mandailing dulu menyembah Pohon sebagai tempat Begu.

Tetapi penyebaran Islam masa kerajaan Aru tidak sehebat dan secepat kerajaan Aceh, hal ini dikarenakan penyebaran agama islam hanya dilakukan dengan media perkawinan bukan peperangan. Makanya sampai sekarang yang satu marga dilarang menikah ini ditujukan agar agama Islam bisa menyebar tanpa peperangan. dan juga letak kerajaan Aru sendiri yang jauh dari selat malaka jalan lintas hanya melalui sungai Barumun, Siak, Bilah dan Rokan. Berakhirnya Kerajaan Aru ialah pada masa Sultan Syarifuddin atau bergelar Sutan Nasinok yang memiliki jiwa yang malas dan tidak berwibawa.

Marga Harahap dalam Batakologi
 
Berbeda dengan versi Halak Arab tadi, genealogi Batak memasukkan marga Harahap adalah salah satu marga di subetnis Mandailing dansubetnis Angkola.

Marga Harahap terjadi selaku pecahan dari grup marga Borbor, di Habinsaran sudah agak jauh sebelah timur dari Danau Toba. Berlainan dengan marga Lubis, seluruh marga Harahap ikut bermigrasi. Tidak satu pun anggota dari marga Harahap yang tertinggal di Tapanuli Utara.

Awalnya, marga Harahap bermigrasi ke arah Timur. Orang-orang marga Harahap turun dari dataran tinggi Habinsaran, menapaki sepanjang pinggiran (down-hill) sungai Kualu, dan masuk ke dataran (prairies) di daerah Padanglawas.

Pertanian adalah hal yang sulit di daerah pedataran, akibatnya orang-orang marga Harahap beralih dari pertanian ke peternak (cattle breeders). Mereka terpaksa pula berpindah-pindah (nomadic), mengikuti arah merumputnya ternak (grazing cattle). Orang-orang marga Harahap menjadi horse mounted ‘Cow Boys’. Menunggang kuda (horse riding) mengembara mengikuti arah ternak merumput. Padanglawas memang bagus untuk peternakan kuda, sapi dan kerbau.

Hanya dalam waktu dua generasi, masyarakat marga Harahap sudah menguasai daerah yang begitu maha luas antar sungai Asahan dan sungai Rokan. Di situlah di tepi sungai Barumun, Gunungtua menjadi sentra perdagangan ternak dari orang-orang marga harahap. Di sekitar daerah Langgapayung terjadi transit point, di jalur perdagangan di daerah Padanglawas yang hanya menghasilkan ternak. Tidak ada beras, karena bukan daerah pertanian. Maka terjadilah barter di Langgapayung.

Tidak semua masyarakat marga Harahap merasa bahagia dengan kehidupan nomaden. Ada juga sebagian yang ingin menetap menjadi peladang,mempunyai rumah yang tetap, dengan kebun singkong, dengan tata cara kehidupan yang tetap. Lalu mereka mencari daerah pertanian sepanjang sungai Barumun, dan memasuki daerah Sipirok di Bungabondar, Hasang, dan Hanopan.
Daerah Sipirok sudah dilewati oleh orang-orang marga Lubis sebelummnya. Artinya: Daerah Sipirok hutan-hutannya sudah habis dibakar, dan top-soil (lapisan subur tanah) sudah hanyut. Erosi menjadi tanah tandus. Sebagian besar dari orang-orang marga Harahap berjalan terus, dan turun memasuki daerah Angkola. Hutan-hutan di Angkola pun sudah habis dibakari oleh orang-orang marga Lubis yang lewat disitu. Akan tetapi, daerah Angkola bukannya menjadi Tano Garing (berarti “tanah tandus”). Malah sebaliknya, daerah Angkola menjadi bertambah subur karena tanah rendah. Top-soil dari jurusan Sipirok terakumulasi (berkumpul) di Angkola, tepatnya di sekitar sungai Batang Angkola.

Orang-orang marga Harahap berdiam (settled) di Angkola, daerah plus, dan menjadi peladang yang makmur di daerah tersebut. Tidur di dalam rumah yang tetap, tidak lagi di bawah bintang-bintang cemerlang di samping kuda tunggangannya, seperti semula di Padanglawas. Seperti the horse mounted Sheiks Of Arabia, begitu jugalah orang-orang marga Harahap membawa feodalism ke tanah Batak Selatan.

Berlainan dengan tanah Batak Utara, di tanah Batak Selatan berlaku Feodal Lords. Mulai di Angkola, di mana timbul The Feodal Lord of Losungbatu, The Feodal Lord of Batunadua, dan The Feodal Lord of Hutarimbaru. Kemudian ditiru oleh orang-orang marga Siregar di Sipirok, dan orang-orang marga Nasution serta orang-orang marga Lubis di Mandailing.

Demikianlah caranya orang-orang marga Harahap yang berasal dari Habinsaran di sebelah South East (Tenggara) dari Toba, menjadi orang-orang tanah Batak Selatan di daerah pengaliran sungai Batangkola. Menjadi horse mounted slave owners pula, yang menganggap dirinya setinggi langit lebih tinggi daripada manusia lainnya.

Versi Lain
Menurut Buku “Harahap Pargarutan” sendiri, asal-usul Marga Harahap disebutkan di buku itu: Setelah 90 generasi Suku Bangsa Batak mengisolasi diri di kawasan Danau Toba, suku bangsa Batak menjadi dua (2) golongan, yakni Golongan keturunan Raja Isumbaon, dan golongan keturunan Guru Tatea Bulan.

Guru Tatea Bulan, mempunyai lima (5) anak:
  1. Raja Biak-biak
  2. Tuan Saribu Raja
  3. Mangaraja Limbong
  4. Mangaraja Salaya
  5. Mangaraja Malau
Tuan Saribu Raja mempunyai tiga (3) anak:
  1. Mangaraja Lontung
  2. Mangaraja Borbor
  3. Mangaraja Babiat
Mangaraja Borbor memiliki dua (2) anak:
  1. Bala Samahu
  2. Datu Altokniaji
Bala Samahu memiliki satu (1) anak:
  1. Datu Tala Dibabana
Datu Tala Dibabana memiliki dua (2) anak:
  1. Rimbang Saudara
  2. Sahang Mataniari
Rimbang Saudara memiliki enam (6) anak:
  1. Datu Pampangbalasaribu
  2. Harahap
  3. Tanjung
  4. Pusuk
  5. Datu Pulungan
  6. Nahulau
Penyebutan marga Harahap di belakang nama diri dimulai sejak cucu Rimbang Saudara. Jadi, Harahap adalah nama diri, yang kemudian menjadi marga keturunannya.

Submarga Harahap
Marga Harahap terdiri dari bebeberapa sub-kelompok. Sub Kelompok menunjukkan kampung asal. Bagian-bagian marga Harahap antara lain adalah:

    1. Harahap Sidakkal – Harahap ini merupakan keturunan dari Sutan Maujalo yang berasal dari Jambur Batu. Jambur Batu berada di Tabusira terus ke arah Luat Harangan. Harahap Sidakkal ini keturunannya sudah menyebar di Padang Bolak, Mandailing, Angkola.
    2. Harahap Mompang – Harahap ini merupakan keturunan dari Sutan di Langit yang berasal kata orang-orang kuburannya ada di Siharang-karang Sidempuan. Harap Mompang ini juga menyebar ke Padang Bolak sepanjang Aek Sirumambe sampai ke Portibi, apalagi di Angkola, dan Mandailing
    3. Harahap Simataniari – Harahap ini berasal dari Sianlang di pinggir sungai Batang Ilung. Harahap Simataniari ini sudah menyebar banyak di Padang Bolak.
    4. Harahap Simatongtong – Harahap ini banyak tersebar disekitar Padang Sidempuan, tapi asal kata orang-orang berasal dari Sipaho di daerah Halongonan.
    5. Harahap Batang Onang – Harahap ini berasal dari sekitar Batang Onang dan keturunannya tersebar sampai ke Mandailing, Padang Bolak dan Batang Onang Sendiri. Harahap Batang Onang ini selanjutnya terbagi atas keturunan Sutan Sulappe dan keturunan Sutan Nasinok.



Sumber:
  1. Wikipedia
  2. Horas News 
  3. tarombobatak.org

ANALISIS IMPLEMENTASI NILAI KEMANUSIAN DALAM KEHIDUPAN BERMASYARAKAT

Makalah ini saya kutip dari 5 buku dan 7 jurnal,semoga membantu meringankan tugas mata kuliah kewarganegaran saudara/saaudari . Download.Makalah.Analisis.Implementasi.Sila2.Pancasila

MAKALAH HALOGEN DAN GAS MULIA OLEH WAHDAN FAJRI HARAHAP

DOWNLOAD.MAKALAH.HALOGEN.GASMULIA.

MAKALAH BILANGAN KOMPLEKS

DOWNLOAD.MAKALAH

Masalah Kesehatan Masyarakat Yang di Sebabkan oleh Limbah

MASALAH KESEHATAN MASYARAKAT YANG DISEBABKAN OLEH LIMBAH 

Limbah  menjadi masalah  serius terutama di perkotaan. Contohnya limbah pabrik dibuang ke lingkungan sekitar yang mengakibatkan pencemaran udara dan  air tanah, selain masalah tersebut terdapat TPA dan TPS yang tidak dikelola dengan baik sehingga menjadi sumber binatang maupun bakteri pembawa penyakit.Seiring dengan melajunya waktu, pertumbuhan penduduk, dan perkembangan tekhnologi, mengakibatkan bertambahnya jenis dan volume limbah, sehingga belum semua limbah penduduk terlayani oleh fasilitas umum pengolahan sampah Akibatnya sebagian masyarakat yang mencari jalan keluar sendiri dengan membakarnya, atau membuang kesungai yang tentunya bukanlah jalan keluar yang baik, karena akan lebih memperparah kerusakan lingkungan. Jumlah pabrik industri semakin banyak dan penduduk Indonesia yang tinggal diperkotaan semakin meningkat dari tahun ke tahun.Terkonsentrasinya pabrik-pabrik industri dan penduduk didaerah perkotaan membuat daya dukung lingkungan untuk menyerap bahan pencemar semakin menurun.
Dampak limbah :
Penanganan limbah masih dilakukan secara konvensional belum dapat mengendalikan limbah yang ada. Limbah yang tidak ditangani dengan baik dapat menimbulkan berbagai permasalahan kesehatan.  Polusi bau dari sampah yang membusuk, pencemaran air akibat pembuangan limbah ke sungai dan merembesnya air lindi dari TPA (tempat pembuangan akhir) dan limbah cair pabrik ke permukiman dan sumber air penduduk, serta pencemaran udara akibat asap pabrik dan asap kendaraan bermotor dan pembakaran sampah .
Pencemaran air sungai akibat pembuangan limbah juga membawa dampak negatif pada kesehatan manusia, terutama dengan meningkatnya penyakit diare serta biaya pengolahan air baku untuk air minum yang terus meningkat. Bahkan seringkali terjadi, terutama pada musim kemarau, kualitas air baku sudah tercemar berat akibatnya sulit diolah menjadi air yang layak diminum, sehingga bahan baku air minum harus didatangkan dari sumber yang lain.
Pengaruh  limbah terhadap kesehatan dapat dikelompokkan menjadi efek langsung dan tidak langsung, sebagai berikut :
  1. Efek langsung; efek yang disebabkan karena adanya kontak langsung dengan limbah tersebut. Misalnya limbah beracun, limbah yang korosif terhadap tubuh, karsinogenik, teratogenik, dan lain-lain. Selain itu ada pula limbah yang mengandung kuman patogen, sehingga dapat menimbulkan penyakit. Limbah beracun jg akan membawa dampak langsung pada manusia seperti keracunan bahkan kematian. limbah ini dapat berasal dari limbah rumah tangga selain limbah industri.
  2. Efek tidak langsung; pengaruh tidak langsung ini dapat dirasakan masyarakat akibat proses pembusukan, pembakaran, dan pembuangan limbah. Dekomposisi limbah biasanya terjadi secara aerobik, dilanjutkan secara fakultatif, dan secara anaerobik apabila oksigen telah habis. Dekomposisi anaerobik akan menghasilkan lindi (leachate) beserta gas. Di dalam lindi tersebut mengandung mikroba patogen, logam berat dan zat lainnya yang berbahaya. Selain itu efek tidak langsung lainnya dapat berupa penyakit bawaan vektor yang berkembang biak di dalam limbah.
Penyakit yang di akibatkan limbah sangat banyak dan dapat berupa penyakit tidak menular, menular, potensi kebakaran, keracunan, dan lain-lain. Berikurt merupaka beberapa penyakit yang diakibatkan baik secara langsung mauapun tidak langsung dari limbah :
Nama Penyakit dan pembawanya
Penyebab Penyakit/Patogen
Bawaan lalat :  Dysenterie basillarisDysenterie amoebicaTyphus abdominalisCholeraAscariasisAncylostomiasis
Shigella shigae Entamoeba histolytica Salmonella typhy Vibrio cholerae A. lumbricoide A. duodenale
Bawaan tikus/pinjal : PestLeptospirosis icterohaemorrhagicaRat bite Fever
Pasteurella pestis Leptospira icterohaemorrhagica Streptobacillus monilliformis
Keracunan :MetanKarbonmonoksida, DioksidaHidrogen sulfidaLogam berat, dst.

Sumber : Beneson, A., 1970 dalam Soemirat, Juli, 2004
Limbah apabila tidak dikelola dengan baik dapat mengakibatkab bencana, yaitu :
  1. Sumber penyakit
  2. Pencemaran lingkungan
  3. Kematian
Lokasi dan pengolahan limbah yang kurang memadai (pembuangan limbah yang tidak terkontrol) merupakan tempat yang cocok bagi beberapa organisme pembawa patogen seperti lalat dan tikus yang dapat menjangkit penyakit, misalnya bahaya kesehatan pada manusia seperti : Penyakit diare, tifus, bahkan demam berdarah karena virus yang berasal dari sampah dengan pengelolahan tidak tepat dapat bercampur air minum.
Limbah rumah tangga selain membahayangkan kesehatan manusia, limbah ini juga sangat berpengaruh terhadap kelestarian dan lingkungan yang ada di sekitar kita. Contoh limbah rumah tangga yaitu penggunaan sebun detergen untuk mencuci, air cucian itu kemudian dibuang keselokan dan merembes ke air tanah, air selokan mengalir ke sungai dan seterusnya kelaut. Karena adanya limbah-limbah rumah tangga ini itu akan sangat membahayangkan kelestarian lingkungan disekitar yang ada. Penguraian limbah yang dibuang kedalam air akan menghasilkan asam organik.
Sistem pengelolaan limbah terpadu dinilai tepat dan dapat diterapkan untuk memecahkan permasalahan limbah, penanganan limbah  dari segi teknologi tidak akan tuntas hanya dengan menerapkan satu metode saja tetapi harus dengan kombinasi dari berbagai metode yang kemudian dikenal sebagai Sistem Pengelolaan Limbah Terpadu. Sistem Pengelolaan Limbah Terpadu tersebut setidaknya mengkombinasikan pendekatan pengurangan sumber sampah, daur ulang & guna ulang, pengkomposan, insinerasi dan pembuangan akhir (landfilling).
Pengurangan sumber limbah industri berarti perlunya teknologi proses yang nirlimbah serta packing produk yang ringkas/ minim serta ramah lingkungan.Sedangkan bagi rumah tangga berarti menanamkan kebiasaan untuk tidak boros dalam penggunaan  barang-barang keseharian. Untuk pendekatan daur ulang dan guna ulang diterapkan khususnya pada limbah non organik seperti kertas, plastik, alumunium, gelas, logam dan lain-lain. Sementara untuk limbah organic missal daun kering dapat didaur ulang, salah satunya dengan pengkomposan.

Sumber : www.pengelolaanlimbah.wordpress.com

Ini Keutamaan Berpuasa di Bulan Ramadhan

Sebagai ibadah yang diwajibkan bagi setiap muslim (yang memenuhi syarat wajib puasa), puasa di Bulan Ramadhan memiliki banyak keistimewaan ...