MASALAH KESEHATAN MASYARAKAT YANG
DISEBABKAN OLEH LIMBAH
Limbah
menjadi masalah serius terutama di perkotaan. Contohnya limbah
pabrik dibuang ke lingkungan sekitar yang mengakibatkan pencemaran udara
dan air tanah, selain masalah tersebut terdapat TPA dan TPS yang tidak
dikelola dengan baik sehingga menjadi sumber binatang maupun bakteri pembawa
penyakit.Seiring dengan melajunya waktu, pertumbuhan penduduk, dan perkembangan
tekhnologi, mengakibatkan bertambahnya jenis dan volume limbah, sehingga belum semua
limbah penduduk terlayani oleh fasilitas umum pengolahan sampah Akibatnya
sebagian masyarakat yang mencari jalan keluar sendiri dengan membakarnya, atau
membuang kesungai yang tentunya bukanlah jalan keluar yang baik, karena akan
lebih memperparah kerusakan lingkungan. Jumlah pabrik industri semakin banyak
dan penduduk Indonesia yang tinggal diperkotaan semakin meningkat dari tahun ke
tahun.Terkonsentrasinya pabrik-pabrik industri dan penduduk didaerah perkotaan
membuat daya dukung lingkungan untuk menyerap bahan pencemar semakin menurun.
Dampak
limbah :
Penanganan
limbah masih dilakukan secara konvensional belum dapat mengendalikan limbah
yang ada. Limbah yang tidak ditangani dengan baik dapat menimbulkan berbagai
permasalahan kesehatan. Polusi bau dari sampah yang membusuk, pencemaran
air akibat pembuangan limbah ke sungai dan merembesnya air lindi dari TPA
(tempat pembuangan akhir) dan limbah cair pabrik ke permukiman dan sumber air
penduduk, serta pencemaran udara akibat asap pabrik dan asap kendaraan bermotor
dan pembakaran sampah .
Pencemaran
air sungai akibat pembuangan limbah juga membawa dampak negatif pada kesehatan
manusia, terutama dengan meningkatnya penyakit diare serta biaya pengolahan air
baku untuk air minum yang terus meningkat. Bahkan seringkali terjadi, terutama
pada musim kemarau, kualitas air baku sudah tercemar berat akibatnya sulit
diolah menjadi air yang layak diminum, sehingga bahan baku air minum harus
didatangkan dari sumber yang lain.
Pengaruh
limbah terhadap kesehatan dapat dikelompokkan menjadi efek langsung dan tidak
langsung, sebagai berikut :
- Efek langsung; efek yang disebabkan karena adanya kontak langsung dengan limbah tersebut. Misalnya limbah beracun, limbah yang korosif terhadap tubuh, karsinogenik, teratogenik, dan lain-lain. Selain itu ada pula limbah yang mengandung kuman patogen, sehingga dapat menimbulkan penyakit. Limbah beracun jg akan membawa dampak langsung pada manusia seperti keracunan bahkan kematian. limbah ini dapat berasal dari limbah rumah tangga selain limbah industri.
- Efek tidak langsung; pengaruh tidak langsung ini dapat dirasakan masyarakat akibat proses pembusukan, pembakaran, dan pembuangan limbah. Dekomposisi limbah biasanya terjadi secara aerobik, dilanjutkan secara fakultatif, dan secara anaerobik apabila oksigen telah habis. Dekomposisi anaerobik akan menghasilkan lindi (leachate) beserta gas. Di dalam lindi tersebut mengandung mikroba patogen, logam berat dan zat lainnya yang berbahaya. Selain itu efek tidak langsung lainnya dapat berupa penyakit bawaan vektor yang berkembang biak di dalam limbah.
Penyakit
yang di akibatkan limbah sangat banyak dan dapat berupa penyakit tidak menular,
menular, potensi kebakaran, keracunan, dan lain-lain. Berikurt merupaka
beberapa penyakit yang diakibatkan baik secara langsung mauapun tidak langsung
dari limbah :
|
Nama
Penyakit dan pembawanya
|
Penyebab
Penyakit/Patogen
|
|
Bawaan
lalat : Dysenterie basillarisDysenterie amoebicaTyphus
abdominalisCholeraAscariasisAncylostomiasis
|
Shigella
shigae Entamoeba histolytica Salmonella typhy Vibrio
cholerae A. lumbricoide A. duodenale
|
|
Bawaan
tikus/pinjal : PestLeptospirosis icterohaemorrhagicaRat bite Fever
|
Pasteurella
pestis Leptospira icterohaemorrhagica Streptobacillus monilliformis
|
|
Keracunan :MetanKarbonmonoksida,
DioksidaHidrogen sulfidaLogam berat, dst.
|
Sumber :
Beneson, A., 1970 dalam Soemirat, Juli, 2004
Limbah
apabila tidak dikelola dengan baik dapat mengakibatkab bencana, yaitu :
- Sumber penyakit
- Pencemaran lingkungan
- Kematian
Lokasi dan
pengolahan limbah yang kurang memadai (pembuangan limbah yang tidak terkontrol)
merupakan tempat yang cocok bagi beberapa organisme pembawa patogen seperti
lalat dan tikus yang dapat menjangkit penyakit, misalnya bahaya kesehatan pada
manusia seperti : Penyakit diare, tifus, bahkan demam berdarah karena virus
yang berasal dari sampah dengan pengelolahan tidak tepat dapat bercampur air
minum.
Limbah rumah
tangga selain membahayangkan kesehatan manusia, limbah ini juga sangat
berpengaruh terhadap kelestarian dan lingkungan yang ada di sekitar kita.
Contoh limbah rumah tangga yaitu penggunaan sebun detergen untuk mencuci, air
cucian itu kemudian dibuang keselokan dan merembes ke air tanah, air selokan
mengalir ke sungai dan seterusnya kelaut. Karena adanya limbah-limbah rumah
tangga ini itu akan sangat membahayangkan kelestarian lingkungan disekitar yang
ada. Penguraian limbah yang dibuang kedalam air akan menghasilkan asam organik.
Sistem
pengelolaan limbah terpadu dinilai tepat dan dapat diterapkan untuk memecahkan
permasalahan limbah, penanganan limbah dari segi teknologi tidak akan
tuntas hanya dengan menerapkan satu metode saja tetapi harus dengan kombinasi
dari berbagai metode yang kemudian dikenal sebagai Sistem Pengelolaan Limbah
Terpadu. Sistem Pengelolaan Limbah Terpadu tersebut setidaknya mengkombinasikan
pendekatan pengurangan sumber sampah, daur ulang & guna ulang,
pengkomposan, insinerasi dan pembuangan akhir (landfilling).
Pengurangan
sumber limbah industri berarti perlunya teknologi proses yang nirlimbah serta
packing produk yang ringkas/ minim serta ramah lingkungan.Sedangkan bagi rumah
tangga berarti menanamkan kebiasaan untuk tidak boros dalam penggunaan
barang-barang keseharian. Untuk pendekatan daur ulang dan guna ulang diterapkan
khususnya pada limbah non organik seperti kertas, plastik, alumunium, gelas,
logam dan lain-lain. Sementara untuk limbah organic missal daun kering dapat
didaur ulang, salah satunya dengan pengkomposan.
Sumber :
www.pengelolaanlimbah.wordpress.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar