Sebagai ibadah yang diwajibkan bagi setiap muslim (yang memenuhi syarat wajib puasa), puasa di Bulan Ramadhan memiliki banyak keistimewaan yang tidak dimiliki puasa-puasa lain. Berikut beberapa keutamaan puasa Ramadhan tersebut:
1. Disediakan Pintu Surga Khusus Bagi Orang yang Berpuasa
“Sesungguhnya di surga ada pintu yang dinamakan Ar Rayyan, yang akan
dimasuki oleh orang-orang yang berpuasa pada hari kiamat nanti, dan
tidak ada yang memasuki melaluinya kecuali mereka. Dikatakan: “Mana
orang-orang yang berpuasa? Maka mereka berdiri, dan tidak ada yang
memasukinya seorang pun kecuali mereka. Jika mereka sudah masuk, maka
pintu itu ditutup, dan tidak ada lagi seorang pun yang masuk
melaluinya.” (HR. Bukhari)
2. Dijauhkan dari Api Neraka
"Diriwayatkan dari Abu Said al-Khudri r.a katanya: Rasulullah s.a.w
bersabda: Setiap hamba yang berpuasa di jalan Allah, Allah akan
menjauhkannya dari api Neraka sejauh perjalanan tujuh puluh tahun" [HR.
Bukhari-Muslim]
3. Diampuni Dosa-Dosa yang Telah Lalu
“Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan karena iman dan ihtisab, maka akan diampuni dosa-dosanya yang lalu.” (HR. Bukhari)
“Shalat yang lima waktu, dari jumat ke jumat, dan ramadhan ke Ramadhan,
merupakan penghapus dosa di antara mereka, jika dia menjauhi dosa-dosa
besar.” (HR. Muslim)
4. Ada Dua kegembiraan Bagi orang yang Puasa
“..Demi Dzat yang jiwa Muhammad berada di tangan-Nya, sesungguhnya bau
mulut orang yang berpuasa lebih harum di sisi Allah pada hari kiamat
daripada bau misk/kasturi. Dan bagi orang yang berpuasa ada dua
kegembiraan, ketika berbuka mereka bergembira dengan bukanya dan ketika
bertemu Allah mereka bergembira karena puasanya’. “ (HR. Bukhari dan
Muslim)
5. Bau Mulutnya di Hari Kiamat Lebih Harum daripada Kasturi
Hadits sama dengan nomer 4 diatas.
6. Mendapatkan Syafaat Karena Puasanya
“Puasa dan Al-Qur’an itu akan memberikan syafaat kepada seorang hamba
pada hari kiamat nanti. Puasa akan berkata,’Wahai Tuhanku, saya telah
menahannya dari makan dan nafsu syahwat, karenanya perkenankan aku untuk
memberikan syafaat kepadanya’. Dan Al-Qur’an pula berkata,’Saya telah
melarangnya dari tidur pada malam hari, karenanya perkenankan aku untuk
memberi syafaat kepadanya.’ Beliau bersabda, ‘Maka syafaat keduanya
diperkenankan.’” (HR. Ahmad, Hakim, Thabrani, periwayatnya shahih
sebagaimana dikatakan oleh Al Haytsami dalam Mujma’ul Zawaid)
Tulisan dihimpun dari berbagai sumber Agama #Islam
#ramadhan1434h #marhabanyaramadhan
Sumber : www.bersosial.com
Sabtu, 06 Mei 2017
Jumat, 05 Mei 2017
Silsilah Marga Harahap
Halak Arab
Marga Harahap, kerap disebut sebagai singkatan dari Halak Arab (Orang Arab), umum diterima sebagai keturunan Bangsa Arab yang berlayar sampai ke tanah Mandailing. Setiap perkampungan Harahap di Mandailing diberi nama “padang” seperti Padang Bolak dan Padang Sidempuan. Para pemuda dan pemudinya disebut dengan sapaan “Angin” yang mengartikan mereka adalah Pelayar yang hebat. Di perkirakan Harahap berasal dari Hadramaut, Yaman. Bangsa Hadramaut berlayar melalui samudera Hindia melewati Maladewa sehingga Harahap dahulu dikenal sebagai bangsa Mauli atau bangsa Mulia.
Pemakaian nama orang Arab masih dipakai sampai sekarang oleh marga Harahap. Misalnya, seorang anak perempuan Harahap mengambil nama tante adek bapak nya dan anak laki-laki memakai nama kakeknya. Budaya ini dilihat identik dengan bangsa Arab. Banyak pula marga Harahap yang menggunakan nama mengikuti nama-nama garis keturunan nabi Muhammad, penyebar agama Islam, seperti Habib, Ahmad, Muhammad, Said, Syarif, Alwi, Bashir, Fakhri, Ikhwan, Fatimah, Husein, Toyib dan lain-lain. Kehadiran bangsa Arab ini sendiri membuat Pagaruyung menyerang Tanah Padang Bolak dengan memblokade daerah pesisir barat Mandailing. Diperkirakan marga dibuat untuk melindungi keluarga dari serangan kerajaan lain.
Harahap sempat mendirikan Kerajaan Aru yang diperkirakan kerajaan Islam pertama di Indonesia, yang dipimpin oleh Sultan Husin bergelar Ompu Toga Langit. Kerajaan Aru bekas kerajaan budha yaitu Sriwijaya yang hancur , sesuai namanya Aru/Ara (Pohon) yang orang Mandailing dulu menyembah Pohon sebagai tempat Begu.
Tetapi penyebaran Islam masa kerajaan Aru tidak sehebat dan secepat kerajaan Aceh, hal ini dikarenakan penyebaran agama islam hanya dilakukan dengan media perkawinan bukan peperangan. Makanya sampai sekarang yang satu marga dilarang menikah ini ditujukan agar agama Islam bisa menyebar tanpa peperangan. dan juga letak kerajaan Aru sendiri yang jauh dari selat malaka jalan lintas hanya melalui sungai Barumun, Siak, Bilah dan Rokan. Berakhirnya Kerajaan Aru ialah pada masa Sultan Syarifuddin atau bergelar Sutan Nasinok yang memiliki jiwa yang malas dan tidak berwibawa.
Marga Harahap dalam Batakologi
Berbeda dengan versi Halak Arab tadi, genealogi Batak memasukkan marga Harahap adalah salah satu marga di subetnis Mandailing dansubetnis Angkola.
Marga Harahap terjadi selaku pecahan dari grup marga Borbor, di Habinsaran sudah agak jauh sebelah timur dari Danau Toba. Berlainan dengan marga Lubis, seluruh marga Harahap ikut bermigrasi. Tidak satu pun anggota dari marga Harahap yang tertinggal di Tapanuli Utara.
Versi Lain
Guru Tatea Bulan, mempunyai lima (5) anak:
Submarga Harahap
Sumber:
Marga Harahap, kerap disebut sebagai singkatan dari Halak Arab (Orang Arab), umum diterima sebagai keturunan Bangsa Arab yang berlayar sampai ke tanah Mandailing. Setiap perkampungan Harahap di Mandailing diberi nama “padang” seperti Padang Bolak dan Padang Sidempuan. Para pemuda dan pemudinya disebut dengan sapaan “Angin” yang mengartikan mereka adalah Pelayar yang hebat. Di perkirakan Harahap berasal dari Hadramaut, Yaman. Bangsa Hadramaut berlayar melalui samudera Hindia melewati Maladewa sehingga Harahap dahulu dikenal sebagai bangsa Mauli atau bangsa Mulia.
Pemakaian nama orang Arab masih dipakai sampai sekarang oleh marga Harahap. Misalnya, seorang anak perempuan Harahap mengambil nama tante adek bapak nya dan anak laki-laki memakai nama kakeknya. Budaya ini dilihat identik dengan bangsa Arab. Banyak pula marga Harahap yang menggunakan nama mengikuti nama-nama garis keturunan nabi Muhammad, penyebar agama Islam, seperti Habib, Ahmad, Muhammad, Said, Syarif, Alwi, Bashir, Fakhri, Ikhwan, Fatimah, Husein, Toyib dan lain-lain. Kehadiran bangsa Arab ini sendiri membuat Pagaruyung menyerang Tanah Padang Bolak dengan memblokade daerah pesisir barat Mandailing. Diperkirakan marga dibuat untuk melindungi keluarga dari serangan kerajaan lain.
Harahap sempat mendirikan Kerajaan Aru yang diperkirakan kerajaan Islam pertama di Indonesia, yang dipimpin oleh Sultan Husin bergelar Ompu Toga Langit. Kerajaan Aru bekas kerajaan budha yaitu Sriwijaya yang hancur , sesuai namanya Aru/Ara (Pohon) yang orang Mandailing dulu menyembah Pohon sebagai tempat Begu.
Tetapi penyebaran Islam masa kerajaan Aru tidak sehebat dan secepat kerajaan Aceh, hal ini dikarenakan penyebaran agama islam hanya dilakukan dengan media perkawinan bukan peperangan. Makanya sampai sekarang yang satu marga dilarang menikah ini ditujukan agar agama Islam bisa menyebar tanpa peperangan. dan juga letak kerajaan Aru sendiri yang jauh dari selat malaka jalan lintas hanya melalui sungai Barumun, Siak, Bilah dan Rokan. Berakhirnya Kerajaan Aru ialah pada masa Sultan Syarifuddin atau bergelar Sutan Nasinok yang memiliki jiwa yang malas dan tidak berwibawa.
Marga Harahap dalam Batakologi
Berbeda dengan versi Halak Arab tadi, genealogi Batak memasukkan marga Harahap adalah salah satu marga di subetnis Mandailing dansubetnis Angkola.
Marga Harahap terjadi selaku pecahan dari grup marga Borbor, di Habinsaran sudah agak jauh sebelah timur dari Danau Toba. Berlainan dengan marga Lubis, seluruh marga Harahap ikut bermigrasi. Tidak satu pun anggota dari marga Harahap yang tertinggal di Tapanuli Utara.
Awalnya, marga Harahap bermigrasi ke
arah Timur. Orang-orang marga Harahap turun dari dataran tinggi
Habinsaran, menapaki sepanjang pinggiran (down-hill) sungai Kualu, dan masuk ke dataran (prairies) di daerah Padanglawas.
Pertanian adalah hal yang sulit di daerah pedataran, akibatnya orang-orang marga Harahap beralih dari pertanian ke peternak (cattle breeders). Mereka terpaksa pula berpindah-pindah (nomadic), mengikuti arah merumputnya ternak (grazing cattle). Orang-orang marga Harahap menjadi horse mounted ‘Cow Boys’. Menunggang kuda (horse riding) mengembara mengikuti arah ternak merumput. Padanglawas memang bagus untuk peternakan kuda, sapi dan kerbau.
Hanya dalam waktu dua generasi,
masyarakat marga Harahap sudah menguasai daerah yang begitu maha luas
antar sungai Asahan dan sungai Rokan. Di situlah di tepi sungai Barumun,
Gunungtua menjadi sentra perdagangan ternak dari orang-orang marga
harahap. Di sekitar daerah Langgapayung terjadi transit point, di jalur
perdagangan di daerah Padanglawas yang hanya menghasilkan ternak. Tidak
ada beras, karena bukan daerah pertanian. Maka terjadilah barter di
Langgapayung.
Tidak semua masyarakat marga Harahap
merasa bahagia dengan kehidupan nomaden. Ada juga sebagian yang ingin
menetap menjadi peladang,mempunyai rumah yang tetap, dengan kebun
singkong, dengan tata cara kehidupan yang tetap. Lalu mereka mencari
daerah pertanian sepanjang sungai Barumun, dan memasuki daerah Sipirok
di Bungabondar, Hasang, dan Hanopan.
Daerah Sipirok sudah dilewati oleh
orang-orang marga Lubis sebelummnya. Artinya: Daerah Sipirok
hutan-hutannya sudah habis dibakar, dan top-soil (lapisan subur tanah)
sudah hanyut. Erosi menjadi tanah tandus. Sebagian besar dari
orang-orang marga Harahap berjalan terus, dan turun memasuki daerah
Angkola. Hutan-hutan di Angkola pun sudah habis dibakari oleh
orang-orang marga Lubis yang lewat disitu. Akan tetapi, daerah Angkola
bukannya menjadi Tano Garing (berarti “tanah tandus”). Malah sebaliknya,
daerah Angkola menjadi bertambah subur karena tanah rendah. Top-soil
dari jurusan Sipirok terakumulasi (berkumpul) di Angkola, tepatnya di
sekitar sungai Batang Angkola.
Orang-orang marga Harahap berdiam (settled)
di Angkola, daerah plus, dan menjadi peladang yang makmur di daerah
tersebut. Tidur di dalam rumah yang tetap, tidak lagi di bawah
bintang-bintang cemerlang di samping kuda tunggangannya, seperti semula
di Padanglawas. Seperti the horse mounted Sheiks Of Arabia, begitu
jugalah orang-orang marga Harahap membawa feodalism ke tanah Batak
Selatan.
Berlainan dengan tanah Batak Utara, di
tanah Batak Selatan berlaku Feodal Lords. Mulai di Angkola, di mana
timbul The Feodal Lord of Losungbatu, The Feodal Lord of Batunadua, dan
The Feodal Lord of Hutarimbaru. Kemudian ditiru oleh orang-orang marga
Siregar di Sipirok, dan orang-orang marga Nasution serta orang-orang
marga Lubis di Mandailing.
Demikianlah caranya orang-orang marga Harahap yang berasal dari Habinsaran di sebelah South East (Tenggara) dari Toba, menjadi orang-orang tanah Batak Selatan di daerah pengaliran sungai Batangkola. Menjadi horse mounted slave owners pula, yang menganggap dirinya setinggi langit lebih tinggi daripada manusia lainnya.
Versi Lain
Menurut Buku “Harahap Pargarutan”
sendiri, asal-usul Marga Harahap disebutkan di buku itu: Setelah 90
generasi Suku Bangsa Batak mengisolasi diri di kawasan Danau Toba, suku
bangsa Batak menjadi dua (2) golongan, yakni Golongan keturunan Raja
Isumbaon, dan golongan keturunan Guru Tatea Bulan.
Guru Tatea Bulan, mempunyai lima (5) anak:
- Raja Biak-biak
- Tuan Saribu Raja
- Mangaraja Limbong
- Mangaraja Salaya
- Mangaraja Malau
- Mangaraja Lontung
- Mangaraja Borbor
- Mangaraja Babiat
- Bala Samahu
- Datu Altokniaji
- Datu Tala Dibabana
- Rimbang Saudara
- Sahang Mataniari
- Datu Pampangbalasaribu
- Harahap
- Tanjung
- Pusuk
- Datu Pulungan
- Nahulau
Penyebutan marga Harahap di belakang
nama diri dimulai sejak cucu Rimbang Saudara. Jadi, Harahap adalah nama
diri, yang kemudian menjadi marga keturunannya.
Submarga Harahap
Marga Harahap terdiri dari bebeberapa
sub-kelompok. Sub Kelompok menunjukkan kampung asal. Bagian-bagian marga
Harahap antara lain adalah:
-
Harahap Sidakkal – Harahap ini merupakan keturunan dari Sutan Maujalo yang berasal dari Jambur Batu. Jambur Batu berada di Tabusira terus ke arah Luat Harangan. Harahap Sidakkal ini keturunannya sudah menyebar di Padang Bolak, Mandailing, Angkola.
-
Harahap Mompang – Harahap ini merupakan keturunan dari Sutan di Langit yang berasal kata orang-orang kuburannya ada di Siharang-karang Sidempuan. Harap Mompang ini juga menyebar ke Padang Bolak sepanjang Aek Sirumambe sampai ke Portibi, apalagi di Angkola, dan Mandailing
-
Harahap Simataniari – Harahap ini berasal dari Sianlang di pinggir sungai Batang Ilung. Harahap Simataniari ini sudah menyebar banyak di Padang Bolak.
-
Harahap Simatongtong – Harahap ini banyak tersebar disekitar Padang Sidempuan, tapi asal kata orang-orang berasal dari Sipaho di daerah Halongonan.
-
Harahap Batang Onang – Harahap ini berasal dari sekitar Batang Onang dan keturunannya tersebar sampai ke Mandailing, Padang Bolak dan Batang Onang Sendiri. Harahap Batang Onang ini selanjutnya terbagi atas keturunan Sutan Sulappe dan keturunan Sutan Nasinok.
Sumber:
- Wikipedia
- Horas News
- tarombobatak.org
ANALISIS IMPLEMENTASI NILAI KEMANUSIAN DALAM KEHIDUPAN BERMASYARAKAT
Makalah ini saya kutip dari 5 buku dan 7 jurnal,semoga membantu meringankan tugas mata kuliah kewarganegaran saudara/saaudari .
Download.Makalah.Analisis.Implementasi.Sila2.Pancasila
Masalah Kesehatan Masyarakat Yang di Sebabkan oleh Limbah
MASALAH KESEHATAN MASYARAKAT YANG
DISEBABKAN OLEH LIMBAH
Limbah
menjadi masalah serius terutama di perkotaan. Contohnya limbah
pabrik dibuang ke lingkungan sekitar yang mengakibatkan pencemaran udara
dan air tanah, selain masalah tersebut terdapat TPA dan TPS yang tidak
dikelola dengan baik sehingga menjadi sumber binatang maupun bakteri pembawa
penyakit.Seiring dengan melajunya waktu, pertumbuhan penduduk, dan perkembangan
tekhnologi, mengakibatkan bertambahnya jenis dan volume limbah, sehingga belum semua
limbah penduduk terlayani oleh fasilitas umum pengolahan sampah Akibatnya
sebagian masyarakat yang mencari jalan keluar sendiri dengan membakarnya, atau
membuang kesungai yang tentunya bukanlah jalan keluar yang baik, karena akan
lebih memperparah kerusakan lingkungan. Jumlah pabrik industri semakin banyak
dan penduduk Indonesia yang tinggal diperkotaan semakin meningkat dari tahun ke
tahun.Terkonsentrasinya pabrik-pabrik industri dan penduduk didaerah perkotaan
membuat daya dukung lingkungan untuk menyerap bahan pencemar semakin menurun.
Dampak
limbah :
Penanganan
limbah masih dilakukan secara konvensional belum dapat mengendalikan limbah
yang ada. Limbah yang tidak ditangani dengan baik dapat menimbulkan berbagai
permasalahan kesehatan. Polusi bau dari sampah yang membusuk, pencemaran
air akibat pembuangan limbah ke sungai dan merembesnya air lindi dari TPA
(tempat pembuangan akhir) dan limbah cair pabrik ke permukiman dan sumber air
penduduk, serta pencemaran udara akibat asap pabrik dan asap kendaraan bermotor
dan pembakaran sampah .
Pencemaran
air sungai akibat pembuangan limbah juga membawa dampak negatif pada kesehatan
manusia, terutama dengan meningkatnya penyakit diare serta biaya pengolahan air
baku untuk air minum yang terus meningkat. Bahkan seringkali terjadi, terutama
pada musim kemarau, kualitas air baku sudah tercemar berat akibatnya sulit
diolah menjadi air yang layak diminum, sehingga bahan baku air minum harus
didatangkan dari sumber yang lain.
Pengaruh
limbah terhadap kesehatan dapat dikelompokkan menjadi efek langsung dan tidak
langsung, sebagai berikut :
- Efek langsung; efek yang disebabkan karena adanya kontak langsung dengan limbah tersebut. Misalnya limbah beracun, limbah yang korosif terhadap tubuh, karsinogenik, teratogenik, dan lain-lain. Selain itu ada pula limbah yang mengandung kuman patogen, sehingga dapat menimbulkan penyakit. Limbah beracun jg akan membawa dampak langsung pada manusia seperti keracunan bahkan kematian. limbah ini dapat berasal dari limbah rumah tangga selain limbah industri.
- Efek tidak langsung; pengaruh tidak langsung ini dapat dirasakan masyarakat akibat proses pembusukan, pembakaran, dan pembuangan limbah. Dekomposisi limbah biasanya terjadi secara aerobik, dilanjutkan secara fakultatif, dan secara anaerobik apabila oksigen telah habis. Dekomposisi anaerobik akan menghasilkan lindi (leachate) beserta gas. Di dalam lindi tersebut mengandung mikroba patogen, logam berat dan zat lainnya yang berbahaya. Selain itu efek tidak langsung lainnya dapat berupa penyakit bawaan vektor yang berkembang biak di dalam limbah.
Penyakit
yang di akibatkan limbah sangat banyak dan dapat berupa penyakit tidak menular,
menular, potensi kebakaran, keracunan, dan lain-lain. Berikurt merupaka
beberapa penyakit yang diakibatkan baik secara langsung mauapun tidak langsung
dari limbah :
|
Nama
Penyakit dan pembawanya
|
Penyebab
Penyakit/Patogen
|
|
Bawaan
lalat : Dysenterie basillarisDysenterie amoebicaTyphus
abdominalisCholeraAscariasisAncylostomiasis
|
Shigella
shigae Entamoeba histolytica Salmonella typhy Vibrio
cholerae A. lumbricoide A. duodenale
|
|
Bawaan
tikus/pinjal : PestLeptospirosis icterohaemorrhagicaRat bite Fever
|
Pasteurella
pestis Leptospira icterohaemorrhagica Streptobacillus monilliformis
|
|
Keracunan :MetanKarbonmonoksida,
DioksidaHidrogen sulfidaLogam berat, dst.
|
Sumber :
Beneson, A., 1970 dalam Soemirat, Juli, 2004
Limbah
apabila tidak dikelola dengan baik dapat mengakibatkab bencana, yaitu :
- Sumber penyakit
- Pencemaran lingkungan
- Kematian
Lokasi dan
pengolahan limbah yang kurang memadai (pembuangan limbah yang tidak terkontrol)
merupakan tempat yang cocok bagi beberapa organisme pembawa patogen seperti
lalat dan tikus yang dapat menjangkit penyakit, misalnya bahaya kesehatan pada
manusia seperti : Penyakit diare, tifus, bahkan demam berdarah karena virus
yang berasal dari sampah dengan pengelolahan tidak tepat dapat bercampur air
minum.
Limbah rumah
tangga selain membahayangkan kesehatan manusia, limbah ini juga sangat
berpengaruh terhadap kelestarian dan lingkungan yang ada di sekitar kita.
Contoh limbah rumah tangga yaitu penggunaan sebun detergen untuk mencuci, air
cucian itu kemudian dibuang keselokan dan merembes ke air tanah, air selokan
mengalir ke sungai dan seterusnya kelaut. Karena adanya limbah-limbah rumah
tangga ini itu akan sangat membahayangkan kelestarian lingkungan disekitar yang
ada. Penguraian limbah yang dibuang kedalam air akan menghasilkan asam organik.
Sistem
pengelolaan limbah terpadu dinilai tepat dan dapat diterapkan untuk memecahkan
permasalahan limbah, penanganan limbah dari segi teknologi tidak akan
tuntas hanya dengan menerapkan satu metode saja tetapi harus dengan kombinasi
dari berbagai metode yang kemudian dikenal sebagai Sistem Pengelolaan Limbah
Terpadu. Sistem Pengelolaan Limbah Terpadu tersebut setidaknya mengkombinasikan
pendekatan pengurangan sumber sampah, daur ulang & guna ulang,
pengkomposan, insinerasi dan pembuangan akhir (landfilling).
Pengurangan
sumber limbah industri berarti perlunya teknologi proses yang nirlimbah serta
packing produk yang ringkas/ minim serta ramah lingkungan.Sedangkan bagi rumah
tangga berarti menanamkan kebiasaan untuk tidak boros dalam penggunaan
barang-barang keseharian. Untuk pendekatan daur ulang dan guna ulang diterapkan
khususnya pada limbah non organik seperti kertas, plastik, alumunium, gelas,
logam dan lain-lain. Sementara untuk limbah organic missal daun kering dapat
didaur ulang, salah satunya dengan pengkomposan.
Sumber :
www.pengelolaanlimbah.wordpress.com
Langganan:
Komentar (Atom)
Ini Keutamaan Berpuasa di Bulan Ramadhan
Sebagai ibadah yang diwajibkan bagi setiap muslim (yang memenuhi syarat wajib puasa), puasa di Bulan Ramadhan memiliki banyak keistimewaan ...
-
Halak Arab Marga Harahap, kerap disebut sebagai singkatan dari Halak Arab (Orang Arab), umum diterima sebagai keturunan Bangsa Arab yang ...
-
MASALAH KESEHATAN MASYARAKAT YANG DISEBABKAN OLEH LIMBAH Limbah menjadi masalah serius terutama di perkotaan. Contohnya limbah pab...
-
Sebagai ibadah yang diwajibkan bagi setiap muslim (yang memenuhi syarat wajib puasa), puasa di Bulan Ramadhan memiliki banyak keistimewaan ...